Sukses di Masa Muda menurut Al-Qur'an

Oleh: Ustaz Adi Hidayat

Syarat pertama kehebatan dalam pandangan Allah itu iman. Kalau cuma sekadar jadi orang-orang yang intelektual, punya daya dobrak yang tinggi, inovasi yang hebat, bikin aplikasi, itu biasa. Jangankan Anda, yang belum beriman pun mampu. Itu terbuka kompetisinya. Jangankan di Indonesia, di Amerika banyak, di Tiongkok banyak, di Eropa banyak melimpah.

Tapi perlombaan menjadi baik dan hebat dalam pandangan Allah itu spesial. Anda disebut hebat di Indonesia belum tentu dikenal di Amerika. Orang Tiongkok pun mimpi belum pernah ketemu kita. Orang Eropa belum tentu pernah lihat kita. Tapi kalau Anda disebut hebat oleh Allah, maka langit dan bumi mengatakan Anda yang terbaik.

Maka syarat pertama generasi pemuda hebat itu kata Allah, iman dulu. Nah, siapakah mereka? Mereka adalah Ashabul Kahfi. Kenapa mereka disebut hebat? Ini dahsyat, saking ingin mengupgrade imannya, mempertahankan imannya, mereka menghadapi intimidasi yang sangat luar biasa. Dikejar-kejar sampai masuk gua. Ancamannya bukan hanya sebatas intimidasi, bisa eksekusi.

Mereka untuk mempertahankan iman, supaya diupgrade imannya, itu sampai masuk ke gua. Saking inginnya dekat dengan Allah SWT. Saking ingin mempertahankan visi kehidupannya. Maka Allah kenang kisahnya. Sampai sekarang masih diingat kisahnya. Allah kuatkan. Allah tegaskan, ini orang-orang hebat, contoh mereka. Orang-orang ini bisa menancapkan keimanan pada dirinya dengan kuat.

Diangkat beritanya sampai sekarang. Sampai sekarang dikenang. Kisah ini dibuka untuk kita. Jadi contoh buat kita. Yang menarik apa? Ketika mereka mau mengupgrade imannya sehingga merasakan kenikmatan iman, apa yang terjadi? Allah tambahkan petunjuk.

Jadi syarat pertama untuk jadi orang takwa itu beriman. Upgrade iman kita, maka petunjuk akan turun. Apa yang terjadi ketika petunjuk turun? Maka dapat nikmat dari Allah. Apa nikmat-Nya? Tidur 309 tahun di gua. Anda tinggal di tempat sempit, ngontrak masih mengeluh. Mereka di gua. Kasur gak ada. Tempatnya keras. Sinar terbatas. Tapi kalau sudah mendapatkan petunjuk menjadi nikmat. Begitu bangun kayaknya baru kemarin tidur.

Ada orang tinggal rumah mewah, tempat tidurnya luar biasa. Setiap sembilan menit bangun. Apa kenikmatannya? Tidak ada. Anda boleh kaya tapi belum tentu bahagia. Anda boleh hebat, tapi belum tentu mendapatkan nilai-nilai kemuliaan seperti para pemuda ini.

Bilal cuma dengan tenaga. Abu Bakar dengan harta bendanya. Ali bin Abu Thalib dengan ilmunya. Amr bin al-Ash dengan kedudukannya. Semua punya passion masing-masing. Bilal kalau mau jualan, dagang bisa kaya. Bilal sahabat nabi, banyak dikenal, bisa dimuliakan, tawaran banyak sepeninggal nabi. Tapi Bilal memilih menjadi Muazin dengan tenaga saja cukup. Kenapa? Karena levelnya sudah ke nikmat.

Lebih dahsyat lagi, nggak ada beda. Saat sehat nikmat, diuji sakit nikmat. Jadi semua itu kayaknya terlihat anugerah Allah saja. Kalau sudah sampai situ wah Anda sudah luar biasa. Biasanya saking nikmatnya nanti petunjuk ini kalau sudah masuk kepada jiwa orang beriman, maka Allah akan rekatkan di hatinya pedoman dalam kehidupannya.

Posting Komentar untuk "Sukses di Masa Muda menurut Al-Qur'an"